Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar diskusi bertajuk ‘Menentukan Pemimpin Bangsa: Antara Hasil Riset Atau Pilihan Pemilih’, harapan besarnya masyarakat tidak lagi  apatis terhadap pemilu.

Wasekjend Bidang Riset dan Ilmu Pengetahuan PB PMII, Sofyan Hadi mengatakan,  diskusi demokrasi ini menghadirkan pengamat dan politisi agar bahasan berimbang.
“Kita mengangkat tema tentang menentukan pemipin bangsa antara hasil riset atau pilihan pemilih, tujuannya untuk merealisaikan harapan cita,”cita kemerdekaan dalam hal memilih pemimpin,” kata Sofyan, Selasa (7/8).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, lembaga survei dalam diskusi ini seperti dihakimi.
Menurutnya, lembaga survei hari ini selalu di anggap sebagai provokator dalam kontestasi politik, padahal lembaga survei tidak memiliki wewenang dalam hal tersebut.
“Tema diskusi ini seakan akan mengadili dan menjadi provokator dalam situasi menetukan calon pemimpin yang akan datang,” ujar Karyono.
Menanggapi Karyono, politisi PDIP Effendi Simbolon mengatakan, lembaga survei hari ini masih diperhitungkam oleh beberapa pihak.
“Tidak bisa dipungkiri dari pihak yang melihat riset itu, sebab belum tentu menguntungkan dirinya atau tidak, sedangkan mereka yang kalah di hasil riset, juga tidak terima dengan hasil tersebut,” kata Effendi dalam kesempatan yang sama.
Sementara, Sekjen PB PMII Sabolah Al Kalamby berharap kegiatan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Saya sangat mengapresiasi sekali. Semoga dengan diadakanya kegiatan ini, harapan besar bisa menghasilkan prinsip-prinsip dalam menentukan pemimpin bangsa kedepan yang sesuai dengan cita,”cita kemerdekaan RI,” ujar Sabolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *