JAKARTA – Gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) mengundang kepedulian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pasalnya, organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia ini akan menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk korban gempa.

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, mengatakan bahwa bantuan yang akan disalurkannya itu merupakan bantuan awal atau tahap pertama. Selanjutnya, PMII akan melakukan aksi solidaritas untuk mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak. Baik dari internal, maupun dari eksrernal PMII itu sendiri.

“Karena itu, kami dari PB PMII mengintruksikan kepada seluruh Pengurus Koordinator Cabang, Pengurus Cabang, Komisariat, Rayon, kader PMII se Indonesia untuk melakukan aksi solidatitas penggalangan dana,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan rasa belasungkawanya. Agus bersama dengan seluruh kader PMII se Indonesia merasa sangat prihatin atas musibah yang menimpa Sulteng.

“Tentunya kami dari PMII sangat prihatin dengan musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kami di Sulteng. Semoga saja saudara-saudara kami di Sulteng diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” harapnya.

PB PMII juga akan menggelar sholat gaib dan do’a bersama untuk keselamatan masyarakat Sulteng. “Insya Allah besok kami akan sholat gaib dan do”a bersama untuk keselamatan saudara-saudara kami di Sulteng,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) PB PMII, Yasir Budjin Samoal mengatakan bahwa musibah gempa Sulteng adalah kesedihan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Gempa Sulteng adalah kesedihan kami semua. Kesedihan rakyat Indonesia, kesedihan seluruh kader PMII” ungkap pemuda asal Ambon ini.

Menurutya, Tagana PB PMII dalam waktu dekat akan segera turun untuk membantu korban di lokasi gempa. Saat ini, Tagana PB PMII sedang mempersiapkan berbagai hal yang akan dibawa untuk membantu para korban.

“Tentunya kami akan segera turun. Sekarang sedang kami persiapan,” pungkasnya. (Joni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *