JAKARTA – Densus 88 telah menangkap Mahasiswa Bandung yang diduga terlibat teroris. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) meminta pemerintah, untuk segera melakukan evaluasi perguruan tinggi.
Ahmad Miftahul Karomah, Ketua PB PMII Bidang Media dan Komunikasi Publik mengatakan, mahasiswa sebagai penerus bangsa seharusnya berperan menjadi pejuang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika paham radikal telah mampu meracuni mahasiswa, ia menduga adanya kesalahan dalam kurikulum, sistem dan iklim pendidikan perguruan tinggi.
“Kampus dan pemerintah seperti membiarkan paham teroris berkembang di kalangan mahasiswa. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa yang terkenal aktif di kampus, tidak terdeteksi sebagai teroris. Ini membuktikan bahwa kampus acuh dengan terorisme yang berkembang. Kampus acuh dengan nasionalisme dan nilai-nilai budaya Indonesia pada mahasiswanya,” ujarnya.
Dalam hal ini, Ahmad memberikan ketegasan kepada pemerintah, untuk segera mengambil kebijakan strategis untuk mencegah masuknya terorisme di kampus. Sebab menurutnya, terorisme adalah ancaman serius bagi NKRI yang harus segera diberantas melalui semua lini.
“Bahrun Naim yang dinyatakan bertanggungjawab terhadap aksi teror Sarinah, bahkan sebelumnya juga merupakan mahasiswa yang aktif di Kampus. Kementerian yang membawahi pendidikan tinggi harus mengambil tindakan terhadap kampus-kampus, yang di situ paham terorisme dibiarkan berkembang,” tegasnya.(*/Poy)
 

One thought on “Teroris Masuk Kampus, PB PMII Minta Pemerintah Evaluasi Perguruan Tinggi”

  1. Saatnya PMII bangkit untuk mengkampanyekan bahwa Gerakan Terorisme bukan Islam, Islam tidak mengajarkan hal yang demikian, PMII Tanjungpinang dan Bintan harus bangkit sebagai garda terdepan untuk menangkal ideologi Terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *