Rosadi jamani
Oleh: Rosadi Jamani*
Kalbar berbatasan dengan Malaysia
Keduanya hidup seperti bertetangga
Dalam sejarahnya ada suka dan duka
Di sanalah orang kita banyak bekerja
Dalam negeri tak ada kerja
Banyak ngadu nasib di Malaysia
Ada mengalami nasib duka
Namun, ada juga yang suka
TKI sering disebut pahlawan devisa
Disebut pahlawan semestinya bangga
Mereka sebenarnya tak begitu suka
Bekerja semata-mata untuk keluarga
Hidup senang tak menghampiri
Korbankan jiwa raga ke luar negeri
Kadang sering dianiya tak peduli
Banyak badan pulang dalam peti
Lapangan kerja makin sulit
Persoalan ini sering diungkit
Pemerintah malah sibuk berkelit
Terpaksa  ke luar negeri cari duit
Banyak bekerja sebagai pembantu
Jujur perasaan ini sedikit menggerutu
Ada sterotype jelek menjadi babu
Tapi inilah kenyataan bangsaku
Banyak pulang tak bernyawa
Disiksa macam binatang melata
Pemerintah tak bisa berbuat apa-apa
Tahunya mereka itu pahlawan devisa
Tak sedikit yang dipancung
Rasa bencipun membumbung
Suara rakyatpun berdengung
Pemerintah baru terlihat bingung
Sering muncul women trafficking
Para TKW sering dincar dan dijeling
Wanita bawah umurpun dijinjing
Tak sedikit pulang badan bunting
TKI sulit untuk dihentikan
Bila lapangan kerja kesulitan
Kerja ada tapi gaji kekecilan
Kerja ke jiran upah lumayan
*Penulis adalah Majlis Pembina Daerah (Mabinda) PKC PMII Provinsi Kalimantan Barat
 

One thought on “Tenaga Kerja Indonesia (TKI)”

  1. Mata pemerintah seakan tertutup
    Melihat fenomena yg sungguh begitu jelas
    Mata hati sebenarnya melihat
    Entah kenapa tangan dan kaki tak bergerak
    Mungkin sudah mati sebenarnya pemerintah kita
    Bisanya cuma memerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *