PURWOREJO – Gerakan radikal sudah sejak lama ada. ISIS yang saat ini menjadi kekuatan besar dalam hal ekonomi dan militer, membangkitkan orang-orang berpaham radikal di berbagai belahan dunia. Tidak sedikit negara yang warganya bergabung dengan ISIS. Gerakan dan paham radikal tentu bertentangan dengan Pancasila, Dasar Negara Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, Kemenkominfo dan BNPT memblokir beberapa situs internet yang mengarah kepada penyebaran paham radikal. Mencegah berkembangnya paham radikal bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Tentu hal itu menjadi tugas setiap warga negara, termasuk kader-kader PMII.

Untuk itu Pengurus Cabang PMII Purworejo, menangkal penyebaran paham radikal dengan cara mengadakan sekolah Aswaja. Sekolah Aswaja diselenggrakan selama tiga hari, Jum’at-Minggu (27-29/3) di Pondok Pesantren Nurul Husna Kelurahan Baledono, Purworejo.

“Jadi kegiatan ini tidak hanya berjuang untuk agama saja, namun sekaligus untuk menjaga tegaknya NKRI dari paham radikal yang pergerakannya sudah meresahkan,” ditegaskan KH Kundari, selaku Ketua Mabincab.

Ketua PC PMII Purworejo Muhamad Arifin, mengatakan “Kader-kader muda NU khususnya PMII mesti paham dengan ideologinya. Maka sekolah Aswaja ini merupakan bagian dari jawaban atas keresahan para kader muda yang pemahaman terhadap Aswaja sudah jauh menurun dibanding denga generasi-generasi pendahulu,” urainya dalam sambutan.(Maq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *