MALANG – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Kalijaga Universitas Negeri Malang, mengadakan Sekolah Aswaja di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Kebonagung Malang beberapa waktu lalu (13-15/3). Kegiatan ini digelar, untuk memfasilitasi kader-kader PMII dalam memahami Aswaja sebagai ideologi PMII.

Sekolah Aswaja ini pun mendapat sambutan baik dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Kebonagung, KH Machmud Zubaidi. Ia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sangat penting. Sebab menurutnya, saat ini mahasiswa jarang sekali bahkan hampir tidak pernah mendikusikan masalah masalah yang berhubungan dengan Aswaja.

Oleh karna itu, sekolah aswaja tersebut diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa, agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang mengatasnamakan Aswaja, namun dalam praktiknya jauh dari nilai-nilai Aswaja yang moderat dan toleran.

Kegiatan yang menjadi program kerja Bidang Keagamaan PMII setempat ini diikuti 17 peserta dengan mengambil tema “Membumikan Aswaja di era Globalisasi”.

Sekolah Aswaja menyajikan lima materi kepada peserta, yaitu Islam Nusantara, Sejarah dan Perkembangan Aswaja, Aswaja dalam Bidang Fiqih, Aswaja dalam Bidang Tasawuf, serta Aswaja sebagai Manhajul Fikr dan Manhajul Harokah.

Diskusi kecil dan pembacaan maulid diba’ juga mewarnai kegiatan ini. sebelumnya, acara Pra-Sekolah Aswaja dilaksanakan pada 6 dan 9 Maret 2015 di sekretariat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang.

“Tujuan adanya Sekolah Aswaja adalah untuk menanamkan nilai-nilai aswaja dan komitmen dalam diri kader PMII. Harapannya, para kader PMII yang telah mengikuti sekolah Aswaja dapat menjadi fasilitator untuk membagikan ilmunya dan dakwah tentang Aswaja ke rayon masing-masing terutama untuk kader-kader baru,” jelas Ilham Muhtadi, ketua Pengurus Komisariat PMII Sunan Kalijaga Malang.(poy)

Sumber: www.nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *