Bernama lengkap KH Abdul Wahab Chasbullah, lahir di Jombang, 31 Maret 1888. Ia wafat tanggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun. Mbah Wahab (panggilan oleh warga nahdliyin) merupakan ulama besar dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Ia sosok ulama yang yang berpandangan modern serta menggunakan metode modern dalam dakwahnya. Hal tersebut dibuktikan dengan mendirikan harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.

Ia belajar di Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang, belajar pada Syaikhona R. Muhammad Kholil Bangkalan Madura, dan Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari. Disamping itu, Kyai Wahab juga merantau ke Makkah untuk berguru kepada Syaikh Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani dengan hasil nilai istimewa.

Selain memiliki pemikiran dan metode dakwah modern, Mbah Wahab juga merupakan pelopor kebebasan berfikir. Ia merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat. Untuk itu kyai Abdul Wahab Hasbullah membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1914.

Tahun 1916 mendirikan Organisasi Pemuda Islam bernama Nahdlatul Wathan, kemudian pada 1926 menjadi Ketua Tim Komite Hijaz. Mbah Wahab juga seorang pencetus dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi NU dengan adanya dua badan, Syuriyah dan Tanfidziyah sebagai usaha pemersatu kalangan Tua dengan Muda.

Ia pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang. Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Kiai Wahab bersama Hasyim Asy’ari dari Jombang dan Kiai Abbas dari Cirebon merumuskan Resolusi Jihad sebagai dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan. (baca: 22 Oktober, Hari Perjuangan Nasional yang Terlupakan / http://www.pmii.or.id/22-oktober-hari-perjuangan-nasional-yang-terlupakan/ ). selain itu Mbah wahab juga tercatat sebagai anggota DPA bersama Ki Hajar Dewantoro.

Mbah Wahab juga merupaka pelopor berdirinya Gerakan Pemuda Ansor. Dimulai beridirinya Syubanul wathan (Pemuda tanah Air) pada tahun 1924. Inilah yang kemudian menjadi embrio Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor merupakan saran KH Abdul Wahab Hasbullah, yang diambil dari penghormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah.

 
*Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Ahmad Miftahul karomah (Ketua PB PMII Bidang Media dan Komunikasi Publik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *