SURABAYA – Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Airlangga Surabaya, berkunjung ke Dusun Pucukan Sidoarjo dan memberikan pengobatan gratis. Selain itu, PMII Airlangga juga mengadakan kegiatan lain, berupa pendidikan kesehatan dan kelas nusantara.

Bakti sosial bertajuk ‘abdi PMII Airlangga’ ini berlangsung dua hari, Sabtu – Minggu (9-10/5). Dusun Pucukan Sidoarjo sengaja dipilih, karna lokasi ini masih sangat terisolir dan jauh dari akses fasilitas kesehatan.

“Kegiatan kita ada dua hari. Pada hari Sabtu kita ada pengobatan gratis bekerjasama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Jatim, dan malam harinya kumpul bersama warga dengan bakar jagung bersama. Sedangkan pada hari Minggu kita ada pendidikan kesehatan, terdiri dari pendidikan kesehatan gigi dan cuci tangan. Kemudian juga ada kelas nusantara yang kami harapkan bisa membuka wawasan tentang kebhinnekaan,” ungkap Didik, Ketua Panitia Penyelenggara.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan semangat maju, kepada anak-anak dan pemuda Dusun Pucukan. Dalam kesempatan tersebut PMII Airlangga juga bersedia menampung aspirasi warga setempat.

“Jaring aspirasi warga akan menjadi bekal diskusi sahabat PMII Airlangga, untuk membuat kegiatan selanjutnya di sini,” ujarnya.

Selanjutnya, Titom, Ketua Komisariat PMII Airlangga berharap kegiatan tersebut mampu berlanjut, dan membantu sedikit-demi sedikit permasalahan yang dihadapi oleh Dusun Pucukan Sioarjo. Mengingat, kawasan yang terdiri dari 50 kepala keluarga tersebut masih sangat tertinggal. Belum adanya aliran listrik serta fasilitas jalan yang rusak, menjadi kendala besar bagi warga setempat untuk bisa berkembang seperi desa-desa lainnya.

Insyaallah ke depannya kita akan ke sini lagi. Banyak hal yang harus mahasiswa lakukan, dalam hal ini PMII Airlangga untuk membantu menyelesaikannya,” tegas Titom.

Terkait hal tersebut, Mahfud, Ketua RT setempat mengaku senang atas kehadiran PMII Airlangga di daerahnya. Menurutnya, pengobatan gratis yang diadakan tersebut, sangat membantu kebutuhan warga setempat.

“Kami senang banyak mahasiswa datang ke tempat kami, apalagi ada pengobatan gratisnya. Selama ini warga kami susah untuk berobat, kalau mau berobat harus naik perahu dulu,” ungkapnya.(Asrari Puadi/Poy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *