Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Salatiga, menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Salatiga, menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD.

Salatiga – Pengesahan revisi atau perubahan atas Rancangan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) terus mendapat Penolakan.
Penolakan muncul dari Semua cabang PMII di seluruh indonesia, Termasuk PMII Salatiga juga melakukan unjuk rasa penolakan Revisi UU MD3 Di gedung DPRD Kamis (1/3/2018)
Ketua PMII Kota Salatiga Muhammad Arfan Afandi menyampaikan, PMII menganggap simbol demokrasi salah satunya adalah hak menyampaikan pendapat dan hal tersebut di bungkam melalui UU MD3.
“Kebebasan menyampaikan pendapat  sebagai simbol demokrasi telah mati di tangan DPR. Pada revisi UU MD3, terdapat pasal yang mengkriminalisasi hak berpendapat rakyat. UU ini harus dicabut karena bertentangan dengan demokrasi,” tegasnya saat orasi
Ia juga menambhkan , ada Beberapa pasal UU MD3 yang bertentangan demokrasi diantaranya pasal 73, pasal 122 huruf (k) dan pasal 245. Pada pasal 73 disebutkan DPR akan menggunakan kepolisian untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap pengkritik DPR.
“Ini kekeliruan yang membuat polisi akan kehilangan identitasnya sebagai penegak hukum. Sebab pemanggilan suatu pihak oleh DPR secara teknis merupakan putusan politik sementara kepolisian bekerja dalam ranah penegak hukum,” katanya.
Selanjutnya asal 122 huruf (k), klausul yang mengatur tentang kewenangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. Pasal ini sangat berpotensi untuk membungkam suara demokrasi dengan ancaman pemidanaan karena MKD akan mengambil langkah hukum dengan mempolisikan pelaku yang dianggap menghina lembaga DPR.
Pasal 245 mencatumkan hak imunitas anggota DPR. Bagi anggota yang bermasalah hukum tidak bisa langsung dipanggil oleh aparat penegak hukum dan pemaggilan harus meminta izin MKD dan presiden. (AM)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *