YOGYAKARTA – Keragaman budaya nusantara merupakan kekayaan Indonesia. Sebagai identitas bangsa, budaya perlu untuk terus dilestarikan. Sejak beberapa dekade terakhir semakin banyak kita jumpai masyarakat yang kurang peduli akan kelestarian budayanya sendiri. Generasi muda saat ini tidak sedikit yang tidak kenal dengan budaya nusantara.

Memasuki era ASEAN Community, akulturasi budaya semakin terbuka. Bukan suatu yang mustahil budaya sebagai identitas tidak akan terlihat lagi. Menyikapi perkembangan saat ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan “Gelar Budaya Nusantara”

Gelar budaya nusantara dilaksanakan Gelanggang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Jum’at (20/2). Pada acara yang mengusung tema “Samudera keragaman Indonesia” ini, menampilkan teater yang berisikan pengetahuan dan pemahaman tentang keadaan pemuda serta cita-cita bangsa Indonesia. Pesan-pesan tersebut disampaikan tokoh-tokoh Satrio Jawa Punokawan yang diselingi berbagai tarian nusantara. Tampil tari Saman dari Aceh, Sonteng dari Jawa Barat, Pendet dari Bali, tarian asal Kalimantan, tarian asal Sulawesi dan tarian asal Papua.

Selain sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya nusantara, pageralarn budaya diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam pelestarian. Selain itu, juga upaya untuk mengingatkan kembali kepada pemuda akan budayanya.(Hendris/Deuis/Maq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *