NGAWI – Sehari menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi, Jumat sore, 30 Januari 2015. Dalam aksi yang digelar di perempatan Kartonyono itu mereka menolak Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Ngawi, Sabtu besok.
“Salah satu tuntutan kami itu. Lebih baik Jokowi tetap di Jakarta daripada blusukan, karena situasi di sana sedang panas,” kata Wahid Hariyadi, koordinator aksi.
Menurut dia, perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kepolisian Republik Indonesia perlu segera diselesaikan. Namun, hingga kini presiden tidak kunjung memberikan solusi agar kondisi kembali kondusif. Hal ini, menurut Wahid merupakan salah satu indikator kegagalan Jokowi selama 100 hari menjalankan pemerintahan.
Kegagalan lain pemerintahan Jokowi, ia melanjutkan, dalam bidang pendidikan yakni kembalinya kurikulum 2013 ke kurikulum 2006. Kebijakan ini, menurut dia membingungkan pelaku pendidikan mulai dari para siswa maupun guru. “Jokowi belum mampu membuat kondisi bangsa membaik,” ujar Wahid.
Dalam aksinya para aktivis PMII Cabang Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo itu membeber sejumlah poster kritikan terhadap Jokowi. Poster itu di antaranya bertuliskan “Jokowi lahir dari kita bukan dari keluarga banteng, 100 hari Jokowi gagal, mana janjimu pak”.
Selain berorasi di jalan, para pendemo juga memblokade jalan. Mereka duduk lesehan sambil membakar poster yang sebelumnya dibeber. Hal ini dilakukan setelah rencana berdemonstrasi di Pendapa Pemerintah Kabupaten Ngawi gagal lantaran dihadang oleh barisan petugas kepolisian. Saat mahasiswa berusaha merangsek justru terjadi bentrokan dengan aparat.
Elvin Rofikani, salah satu orator, mengatakan rencana berdemonstasi di pendapa pemkab untuk melakukan audiensi dengan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. “Kami ingin bupati memfasilitasi dan menyampaikan ke Jokowi agar tidak ke sini,” kata Elvin.
NOFIKA DIAN NUGROHO
Sumber: tempo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *