Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang mengadakan Sekolah Gerakan dan Studi Advokasi Kebijakan Anggaran Jilid I, Jumat (22/6/2018)
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (22/6/2018) 2018 tepat Pukul 15.00 Wita di sekretariat PC PMII Kupang Jl Nusa Bunga No II Walikota Kota Kupang dan memilih tema ‘Menggugat Peran Mahasiswa Demi Mendorong Pembangunan Daerah NTT.’
Demikian disampaikan Hasnu, Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (22/6/2018) malam.
Ia menambahkan, kelemahan gerakan Mahasiswa pada era kontemporer adalah minimnya wawasan advokasi, sehingga persoalan inilah yang membuat gerakan mahasiswa mengalami dekadensi dan degradasi.
“Semestinya organisasi mahasiswa harus betul-betul memahami analisis kebijakan anggaran, agar sandangan dimensi Agen Off control, agen off power, agen perubahan social dapat betul-betul dilakoni oleh mahasiswa,” jelasnya.
Kecenderungan gerakan mahasiswa hari ini, lanjut Hasnu, bukan sebagai pelopor perubahan, melainkan pengekor gerakan, karena menurutnya ketika mahasiswa melakukan gerakan parlemen jalanan bukan cuman bermodalkan retorika belaka, melainkan di topang dengan kajian empiris yang mumpuni.
“Oleh karena itu, PC PMII Kupang akan membentuk suatu Lembaga tersendiri agar sebagai pasukan elit PMII Kupang dalam menyaring , menampung, melakukan advokasi dan pendampingan terhadap masyarakat yakni Lembaga Advokasi Pengembangan Anak Rakyat (LAPAR) yang akan dibentuk pada pertemuan jilid III sebagai output dari sekolah gerakan dan advokasi yang digelar,” katanya
Jhon Liem SE, selaku narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan sejarah gerakan Mahasiswa dari tahun ke tahun, mulai dari revolusi inggris, VOC dan penjajahan Jepang
Jhon yang menjadi narasumber dari KNPI NTT ini juga memaparkan materi terkait sejarah gerakan mahasiswa yang terjadi di tanah air, mulai dari gerakan 1908 organisasi budi utomo, 1928 sumpah pemuda, 1945 terjadinya peristiwa Rengasdengklok dan proklamasi bangsa Indonesia. Angkatan 66 sebagai manifesto tumbangnya rezim orde lama (ORLA) sampai pada tuntutan reformasi yang menggulingkan rezim orde baru (ORBA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *