sahabat muasaun niam (Ketua PMII Jepara) menyerahkan kenang-kenangan kepada Bpk Nur hidayat, DPRD Komisi B kabupaten Jepara, sabtu (23/12/207) dipendopo kabupaten jepara.
sahabat muasa’un niam (Ketua PMII Jepara) menyerahkan kenang-kenangan kepada Bpk Nur hidayat, DPRD Komisi B kabupaten Jepara, sabtu (23/12/207) dipendopo kabupaten jepara.

Jepara- Pada Sabtu, (23/12/2017) di Pendopo Kabupaten , PMII Jepara mengadakan pelantikan dan seminar yang bertemakan “Dampak Pendirian Pabrik PMA (Penanam Modal Asing) Terhadap Sosial, Budaya dan Masyarakat Jepara.” agenda ini merupakan salah satu langkah taktis yang di lakukan PMII Jepara atas laporan dari warga masyarakat Jepara mengenai dampak negatif yang timbul dari pendirian pabrik garmen di jepara .
Dalam sambutannya, Ketua PMII Jepara, Muwasaun Niam mengatakan hari ini ia (pengurus) menemukan berbagai laporan yang berasal dari masyarakat yang resah dengan menjamurnya pendirian pabrik.
Ia menambahkan bahwa selama ini Jepara yang terkenal dengan kota ukir sudah mulai berubah menjadi kota industri.Dengan adanya pabrik-pabrik besar, masyarakat mulai mulai meninggalkan dunia ukirdan sedikit merubah kultur dari masyarakat Jepara.
“kami mengharapkan mahasiswa yang mempunyai tangsung jawab sosial dan moral yang begitu berat dapat peka terhadap kondisi sosial yang ada di Jepara. Kami siap berdiskusi, bertukar pikiran dengan siapapun untuk membincangkan permasalah ini untuk dapat ditemukan solusinya.” Ujar Niam.
Kerasahan dan temuan senada juga ditemukan oleh anggota Komisi B DPRD Jepara, Nur Hidayat saat memberikan materi di hadapan  puluhan peserta. “selama ini banyak pendirian pabrik PMA menyalahi aturan main.  Misalnya,ada beberapa tanah bengkok yang di gunakan oleh pabrik dan banyak lahan-lahan pertanian yang di gunakan pabrik tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku”. ungkap anggota dewan yang juga di sapa Kang Dayat tersebut. (AM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *