BANDUNG – PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN SUNAN Gunung Djati Bandung, mengadakan pesantren Aswaja. Kegiatan ini berlangsung tiga hari, yakni Tanggal 22 hingga 24 Mei 2015. Adapun digelarnya Pesantren Aswaja tersebut adalah untuk menepis anggapan, bahwa PMII telah keluar dari koridor Aswaja.
‘Mengukuhkan kembali nilai-nilai Aswaja’ adalah tema yang diangkat dalam kegiatan ini. Diselenggarakan di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai Aswaja, terhadap kader PMII, khususnya Rayon Dakwah UIN Sunan Gunung Djati.
“Tujuan diadakannya acara ini ada dua hal. Pertama, ini merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal di PMII. Sehingga kader mampu memahami Aswaja sebagai madzhab dan Aswaja sebagai manhaj. Kedua, acara ini juga diharapkan menjadi jawaban dari PMII kepada NU, terhadap isu yang berkembang bahwasanya PMII telah keluar dari koridor-koridor Aswaja yang dipahami oleh NU,” ujar Lukman, Ketua Rayon PMII Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Gung Djati.
Pesantren Aswaja ini diikuti oleh puluhan peserta, yang direkomendasikan dari berbagai rayon dalam naungan PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati. Kegiatan inipun diikuti dengan khidmat dan antusias oleh peserta.
“Alhamdulillah dari kegiatan ini saya semakin memahami Aswaja yang dipahami NU dan PMII,” ungkap salah satu peserta.(Abdul Rokib/Poy)

2 thoughts on “Pesantren Aswaja, Tepis PMII Keluar dari Koridor”

  1. Pesantren aswaja ini diadakan oleh PR. Dakwah dan Komunikasi komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung

  2. PMII adalah organisasi kaderisasi yang masif juga progresif dalam melakukan penyebaran dan mendakwahkan Aswaja, Islam yang rahmatan lil’alamiin, sebagaimana yang diamanahkan oleh NU. Terkhusus PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung. Pun demikian sebagaimana di PMII Cabang Kab. Subang, Cab. Kab. Cianjur. Jawa Barat.
    Sebetulnya sedari dulu sampai sekarang PMII itu tidak keluar dari koridor, koridor yang mana, yang mengatakan PMII keluar dari koridor saya kira “mungkin” adalah yang tidak paham PMII dan memandang PMII dari kejauhan atau mungkin yang berkepentingan terhadap PMII. Saya hanya khawatir disini ada kesalahan dalam berfikir, yakni mengeneralisasikan kesalahan secara nasional padahal itu bersifat lokal, bahkan individual.
    Ini hanya kegelisahan seorang kader yang mencoba memandang PMII dari sekian banyak sudut pandang, sebagai bukti kecintaan saya terhadap PMII dan NU.
    Salam Pergerakan
    Jenal Abidin S.Pd.I, C.M.Pd.I
    Sekretatis Keagamaan PC. PMII Kab. Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *