nasarduin umar

SALEMBA TENGAH – Maulid Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh umat muslim Indonesia juga dunia. Namun, hingga kini masih ada kelompok umat Islam yang mengharamkan peringatan maulid. Dalihnya, tidak ada dasar perintah untuk memperingatinya. Oleh karena itu peringatan maulid dinyatakan bid’ah dan haram.

Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, Prof. Dr. KH Nasarudin Umar, MA mengatakan, bahwa yang membid’ahkan dan mengharamkan peringatan maulid berarti tidak berpegang pada Al-Qur’an. Hal itu disampaikannya saat mengurai makna maulid dalam peringatan Maulid Nabi dan harlah NU yang diselenggarakan oleh PB PMII pada Kamis, (29/1).

“Mereka yang membid’ahkan dan mengharamkan peringatan maulid berarti tidak berpegang pada Al-Qur’an. Bukankan Al-Qur’an memerintahkan kepada orang yang beriman untuk bershalawat dan memberikan penghormatan kepada Nabi? Bahkan Allah dan Malaikat senantiasa bershalawat untuk Nabi,” urainya di depan ratusan kader PMII.

Alumni PMII yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama ini, mengukitp Surat Al-Ahzab ayat 56 yang artinya “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.

Diuraikannya, dalam ayat itu menunjukan bahwa Allah dan para Malaikat, (telah, sedang dan akan selalu) bershalawat kepada Nabi. Karena kata-kata “yushalluna” merupakan fi’il mudhari’ yang memiliki arti berkesinambungan, tidak untuk waktu tertentu.

Kemudian lanjutan ayat itu memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat dan memberikan penghormatan kepada Nabi. Memperingati maulid menurutnya, adalah bagian dari cara untuk memberikan penghormatan. “Kata “shallu” merupakan fi’il ‘amr, berarti perintah. Disini perintah dari Allah kepada orang-orang yang beriman,” tegas ulama dan akademisi yang juga terkenal dibanyak negara ini.

“Bentuk penghormatan itu, makanya yang diperingati maulid, kan tidak pernah ada yang memperingati haul (hari wafat). Kemudian apa pernah penyebutan nama Nabi Muhammad ditambahkan almarhum didepannya?. Inilah bentuk penghormatan,” tegasnya.(Maq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *