I M S M

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyayangkan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Sebelumnya Menteri Dalam Negeri memperbolehkan penduduk Indonesia untuk mengosongkan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf. “Pernyataan Mendagri tentang kolom agama yang boleh dikosongkan di Kartu Tanda Penduduk sangat kami sayangkan,” Kata Amin di Kantor PB PMII Jalan Salemba Tengah Jakarta Pusat (7/11).

Menurut Amin, hal tersebut disayangkan karena Indonesia merupakan Negara beragama. Memang Indonesia bukan Negara agama, tapi Indonesia juga bukan Negara sekuler. “Betul Indonesia bukan Negara agama, Indoensia juga bukan Negara sekuler, tapi Indonesia adalah Negara yang beragama,” Terang Amin.

Selanjutnya Amin mengungkapkan apa yang disampaikan Menteri Dalam Negeri jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sebagaimana sila pertama yang berbunyi “Ke-Tuhanan Yang Maha Esa”. Sila pertama menunjukan bahwa Indonesia adalah Negara beragama. Adanya kolom agama merupakan identitas penduduk Indonesia. Karena itu menghilangkan kolom agama sama dengan menghilangkan identitas bangsa Indonesia dan tidak sesuai dengan Pancasila.

“Pernyataan Mendagri tersebut menurut hemat kami juga tidak sesuai dengan nilai pancasila khususnya sila pertama,” Tutup Ketum PB PMII 2014-2016.

2 thoughts on “PB PMII Sayangkan Pernyataan Mendagri”

  1. Pertanyaan mendasar buat Ketum Amien dan sahabat sahabat pendukung ide Ketum.. apakah orang yang bertuhan harus beragam versi negara? Bagaimana dengan penanut agama yang tidak diakui oleh negara kita seperti Yahudi dan Juga Penganut Kepercayaan ? Lets discuss it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *