JAKARTA – Maraknya aksi begal di Jakarta semakin ramai diperbincangkan. Menghadapi hal tersebut, Direktorat Binmas Polda Metro Jaya, AKBP H. Jajang Hasan Basri meminta mahasiswa untuk terus waspada.

Hal tersebut diungkapkan ketika menghadiri diskusi bersama Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII DKI Jakarta di gedung PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) beberapa waktu lalu. Ia mengakui bahwa berdasarkan data, kasus kejahatan yang terjadi di Jakarta saat ini semakin meningkat.

“Data kasus kejahatan yang semakin meningkat di Jakarta seperti pemerkosaan, perjudian, khususnya judi online, perampokan, begal dan lain-lain. Namun soal begal yang sedang ramai dibicarakan ini, saya menghimbau kepada kader PMII yang hadir untuk tidak perlu merasa takut, hanya harus diwaspadai,” ujarnya.

Terkait pernyataan tidak amannya Jakarta tersebut ia mengingatkan, untuk tidak terjebak pada pendapat, yang mengatakan bahwa polisi tidak berdaya. Karana menurutnya, aparat kepolisian sejauh ini telah menangani permasalahan criminal fisik dengan baik.

“Kalau masalah kriminal fisik selalu ditangani dengan baik oleh polisi. Mungkin soal ketertiban non fisik seperti  perseteruan Polri Vs KPK, masalah kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, huku dan lainnya. Juga maraknya unjuk rasa yang diindikasikan dengan tidak amannya Jakarta,” tegasnya.

Terkait masalah yang tengah menimpa Polri dan KPK ia meminta mahasiswa untuk tidak berpikir negatif, dan tidak membuat keributan. Ia mengajak mahaiswa untuk menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada penegak hukum, dan tidak ikut memihak kepada salah satu di antaranya.

“Hukum harus ditegakkan, tetapi nilai moral juga harus dikedepankan. Ada hukum dan ada moral. Jika kita hanya berorientasi pada hukum, ending-nya pembuktian. Maka ada istilah boleh mencuri asal tidak ketahuan, boleh korupsi asal tidak bisa dibuktikan. Bahkan ada yang bangga mengaku pencuri lantaran tidak tertangkap polisi. Maka nilai moral sangat dibutuhkan oleh generasi bangsa kita”, terang Jajang.

Soal keamanan, mantan aktivis mahasiswa ini juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama memastikan Jakarta tetap kondusif. Masyarakat harus ikut memiliki keamanan Jakarta dengan turut meminimalisir kejahatan yang terjadi.

“Kita punya istilah perpolisian masyarakat di mana masyarakat ikut membantu orang lain yang mengalami kejahatan, ikut memiliki, dan tidak mau kalah dengan penjahat. Karena biasanya  jika ada kejahatan di jalan, orang lain yang melihat hanya terdiam dan tidak mau tahu. Sehingga pelaku kejahatan tidak takut melakukan kejahatan walaupun di siang hari. Maka kita harus bersama-sama memastikan Jakarta selalu kondusif,” tegas Jajang.(*/poy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *