SURABAYA – Meski tidak dipungkiri masih terdapat beberapa kasus kekerasan berlatarbelakang agama, suku dan etnis. Namun, Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga dan mengelola keberagaman menjadi kekuatan dengan “bhineka tunggal ika” sebagai semboyan. Generasi muda saat ini dituntut untuk terus melestarikan keberagaman bangsa Indonesia menjadi hal yang positif.
Dilatarbelakangi hal itu, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Merangkai Kerukunan di Tengah Keberagaman”. Hadir sebagai narasumber pada dialog tersebut, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Bapak Boedi Soepratikno, Sekretaris Umum KNPI Jawa Timur, Drs. H. Muslich Hasyim, dan Dr. Hanna Amalia Handayani Ananda, selaku Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya.
Ketua PKC PMII Jawa Timur, Muhammad Zunaidi, mengutarakan banyaknya kasus kekekrasan berlatarbelakang SARA merupakan tantangan generasi muda dalam mengelola keberagaman. “Maraknya kasus kekerasan berlatarbelakang agama, suku, etnis, ditengarai sebagai sebuah tantangan terbesar pengelolaan keberagaman yang selama ini menjadi identitas Bangsa Indonesia,” kata Zunaidi dalam sambutannya.
Dialog yang dihadiri tidak kurang dari 200-an kader itu diselenggarakan di Aula Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (20/6) lalu.(Iqbal/Maq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *