1423552459

KAYSERI – Cendikiawan muda asal Aceh, Azman, S.Sos.I,. M.I.Kom,. membahas Tari Saman di Gedung Melikgazi Kulturu Merkezi, Kota Kayseri, Turki. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Lahir ke 89 Nahdatul Ulama yang dilaksanakan PCI NU Turki selama dua hari pada 2 Februari 2015 lalu.

“Azman yang juga kader PMII Aceh dalam materinya mengangkat tema Tari Saman: Representasi Seni Islam dalam Penyebaran Pesan-Pesan Dakwah,” ujar Ketua Panitia Deo Adinda Pramadhan dalam siaran persnya kepada ATJEHPOST.co, Selasa, 10 Februari 2015.

Menurut Deo, Harlah NU kali ini sengaja mengeksplorasi aspek-aspek kultural agama Islam di Indonesia, semua peraga dan identitas tradisional keagamaan, khususnya yang dipraktikkan oleh warga nahdhiyin, ditampilkan secara maksimal oleh panitia.

Azman adalah praktisi dan pelatih tari tradisional Aceh yang juga tercatat sebagai mahasiswa Doktoral di Universitas Erciyes, Kayseri Turki. Dalam presentasinya, banyak informasi dan pengetahuan baru tentang Tari Saman yang jarang sekali dihadirkan ke publik Indonesia, mulai dari nama tarian yang ada Aceh, selanjutnya banyak dipopulerkan sebagai tari saman, aturan dalam tari saman serta pesan-pesan dakwah dalam setiap tarian.

“Dalam pembukaan tarian saman misalnya, penari menyampaikan kalimat tauhid berupa kata: la ilahaillah. Jadi tari saman tidak sebatas gerak yang serempak dan cepat mampu menarik perhatian, namun juga menyampaikan berbagai kritikan sosial budaya, pemerintah dan ajakan untuk melaksanakan syariat Islam,” ujarnya mengutip materi Azman.

Sementara itu, Azman, S.Sos.I,. M.I.Kom mengatakan, dalam diskusi tersebut turut membahas sejarah terbentuknya Tari Saman hingga dalam perkembangan modern. Di sela-sela materi juga Azman juga sempat menayangkan video-video Tari Saman dari berbagai acara dan bahkan dari luar negeri.

Pengurus Cabang PMII Banda Aceh ini menambahkan, pengetahuan dan praktik Tari Saman yang benar menurut prinsip dan syarat tarian harus disampaikan ke publik secara lengkap. Hal ini, kata dia, agar tidak ada kesalahpahaman dan menghilangkan identitasnya.

“Bagi saya, pengetahuan dasar tentang tarian Saman yang sudah sangat populer di Turki ataupun tarian lain yang mulai ditampilkan dalam acara Endonezya Tan?t?m Program? (Acara Pengenalan Indonesia) misalnya harus disampaikan di tengah-tengah para pelajar Turki. Agar kita sebagai duta budaya Indonesia mengerti dan paham lebih dulu terhadap Tari Saman ataupun tari-tari lain dari Indonesia,” ujar Dosen Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry tersebut.

Sumber: http://atjehpost.co

One thought on “Kader PMII Aceh Perkenalkan Tari Saman di Turki”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *