Kabar gembira untuk rakyat Palestina dating dari London. Sebagian besar anggota parlemen Inggris menyetujui memberikan pengakuan kepada Negara Palestina pada Senin (13/10). Opsi mendukung Palestina disetujui 274 anggota parlemen dan hanya 12 yang tidak menyetuji opsi tersebut. Tentu berita ini menjadi kabar gembira bagi rakyat palestina juga dunia.

Kabar gembira tersebut juga dirasakan oleh rakyat Indonesia, hal tersebut disampaikan oleh Ketua PB PMII Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Interantional Sahabat Agus M. Herlambang “Tentunya ini merupakan kabar gembira untuk proses perdamaian antara dua Negara yang telah lama bertikai yang selama ini mengalami kebuntuan dalam perundingan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, Meski pemungutan suara tersbut tidak mengikat pada kebijakan luar negeri, namun setidaknya ini awal yang baik untuk mendukung perdamaian antara Pelstina dan Israel. “Sebagai organisasi keislaman, tentunya kami sangat mengapresiasi langkah yang disepakati oleh parlemen inggris. Walaupun ini hanya langkah simpbolis dan tidak mampu mengubah kebijakan Negara-negara yang selama ini pro terhadap Israel, namun ini bias menjadi stimulus dalam membangun opini publik masyarakat eropa untuk mendukung pengakuan keberadaan Negara Palestina,” lanjutnya.

Meski tidak mengikat kepada kebijakan luar negeri Inggris, pengakuan para anggota parlemen Inggris ini dapat membentyk opini menuju kea rah perdamaian di dua negera tersebut. Sebelumnya Pemerintah Swedia telah terlebih dahulumengakui Negara Palestina.

Opsi pengakuan keberadaan Negara Palestina tersebut diinisiasi oleh pihak oposisi Partai Buruh. Meski kurang dari separuh anggota parlemen yang memberikan suara, tapi itu menarik dukungan lintas partai dan didukung oleh 39 anggota parlemen Konservatif dan 192 anggota parlemen Buruh, termasuk pemimpin partai Ed Miliband. Perdana Menteri David Cameron abstain dari pemungutan suara itu bersama dengan anggota lain dari pemerintah yang mendukung solusi dua-Negara.

Anggota parlemen Buruh Jack Straw, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dalam pemerintahan Tony Blair, membantah pendapat bahwa pengaruh mosi tersebut kecil. “Saya yakin reaksi Israel yang melewati batas atas resolusi parlemen ini adalah bukti bahwa resolusi ini akan membuat perbedaan,” jelas Straw.

Semoga kabar gembira ini berakhir pada perdamaian antar dua Negara yang selalu dilanda peperangan tersebut. Perdamaian dua Negara tersebut ditunggu oleh seluruh masyarakat dunia. “Semoga kabar gembira ini berakhir pada perdamaian antara Palestina dan Israel, juga pada Negara-negara lain yang selalu dilanda peperangan,” tutup Agus. (dewi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *