
Perilaku Israel telah melampaui batas terhadap Palestina dan simpatisannya. Bangsa pendatang itu telah bertindak semena-mena, seakan-akan bangsa Palestina tidak memiliki hak apa-apa, termasuk menerima bantuan kemanusiaan dari bangsa lain, bahkan hak untuk tinggal di wilayahnya sendiri.
Setelah sebagian besar wilayah Palestina dirampas dan diperangi, Israel pun tak segan-segan menyerang dan menembaki Kapal Mavi Marmara yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional ke Jalur Gaza, Palestina, pada tanggal 31 Mei 2010. Hal ini jelas melanggar peraturan internasional apalagi tindakannya dilakukan di wilayah laut internasional.
Tentu saja, arogansi Israel tersebut menciptakan kemarahan bagi Negara-negara lain. Akibatnya, proses perdamaian di Timur Tengah yang telah dirintis menjadi terhambat. Oleh karena Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) MENGUTUK tindakan Israel yang membabi-buta tersebut. Israel harus mempertangungjawabkan tindakannya di hadapan internasional, sekaligus meminta PBB agar memberikan sanksi keras terhadap Israel.
Selain itu, PMII juga ingin agar upaya perdamaian terus dilakukan dan terciptanya kemerdekaan Palestina. Sebab, Palestina lah yang lebih berhak atas wilayahnya. Bukan, Israel yang hanya pendatang (eksodus), yang sebagian besar dari korban pembantaian Yahudi oleh Nazi di Jerman (holocaust) dan selanjutnya mengklaim tanah Palesina sebagai wilayahnya sehingga terus melakukan pengusiran dan mempersempit wilayah Palestina.
PB PMII menyerukan kepada seluruh Pengurus Cabang PMII untuk melakukan aksi solidaritas secara serentak untuk memberikan dukungan terhadap Palestina. Juga memberikan semangat kepada para relawan dan donatur Internasional agar tidak gentar dalam membawa misi kemanusiaan, khususnya untuk korban perang di Palestina.
Jakarta, 01 Juni 2010
PENGURUS BESAR
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
MUHAMMAD RODLI KAELANI ZAINI SHOFARI
Ketua Umum Sekretaris Jendral