SUNGAI RAYA – Keberadaan paham radikal seperti ISIS semakin dirasakan di Indonesia. Bukan saja karena adanya WNI yang bergabung dengan tentara ISIS dan ikut berperang di Iraq dan Suriah. Namun di dalam negeri juga tidak sedikit WNI yang disinyalir sebagai pengikut ISIS. Untuk itu perlu peran dan tindakan dari berbagai elemen untuk mencegah paham radikal yang membahayakan NKRI itu.

Di Kalimantan Barat, PC PMII Kubu Raya menyelenggarakan dialog yang menghadirkan para tokoh agama dan budayawan sebagai narasumber. Dialog bertemakan “Peran Tokoh Agama Dalam Mencegah Radikalisme ISIS” ini dilaksanakan di Sungai Rengas, Sabtu (28/3).

Ahmad Roni, Ketua Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) menegaskan bahwa Indonesia sangat rentan terhadap radikalisme agma yang menyimpang, oleh karena itu hanya ada satu yang harus dilakukan yaitu melawan berbagai gerakan yang akan memperlemah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menggerogoti pilar kedamain dan mencoreng citra serta kemulian agama.Oleh karena itu peran tokoh agama atau ulama sangat dibutuhkan untuk kelangsungan bangsa dan Negara ini.
Abdussukur, S.K menjelaskan bahwa kita harus mensyukuri dengan adanya pancasila sebagai dasar negara. Karena sesuai dengan budaya dan tradisi yang telah terjaga lama dengan “Bhinnika Tunggal Ika”.

Mustain Ketua PMII Kubu Raya menyampaikan kegiatan seperti ini sudah kesekian kalinya dibuat, kami ingin mengkampanyekan bahwa NKRI Harga Mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *