LUMAJANG – Aksi solidaritas untuk Kakek Ngatmanu oleh PMII sempat akan dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Upaya pembubaran paksa itu menyebabkan terjadi bentrok antara aparat dengan massa aksi PMII yang dilakukan di depan Pengadilan Negeri Lumajang, Senin (23/3) lalu.

Ngatmanu telah dituduh melakukan pencurian kedelai seberat 2,5 Kg milik tetangganya yang menyebabkan kerugian sebesar Rp. 20.000. Menurut Hemawati (anak terdakwa), bapaknya mencuri lantaran hutang tetangganya sebesar Rp. 10 juta tidak dibayar padahal sudah 3 tahun.

“Bapak saya hanya seorang petani dan itu mencuri buat gara-gara karena uangnya yang dipinjam tetangga tidak dikembalikan. Uang yang dipinjam Rp10 juta selama 3 tahun tak terbayar,” kata Hemawati.

PMII menganggap hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Untuk itu, PMII meminta Kakek Ngatmanu segera dilepas dan dibebaskan dari segala tuntutan, lantaran pencurian yang dilakukan Mei lalu itu didasari utang 10 juta yang tidak dibayar oleh tetangganya Haryanto itu.

“Hukum terkesan tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Kenapa memaksakan untuk menahan dan menyidangkan kakek Ngatmanu gara-gara kedelai 2,5 kilogram, namun koruptor masih bebas berkeliaran,” teriak korlap aksi dalam orasinya.(Maq)

Sumber: beritajatim.com, LensaIndonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *