SUMENEP – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep, berunjuk rasa di Kantor Bupati Sumenep, Senin (8/6). Aksi ini bertujuan untuk mengevaluasi 5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, A Busyro Karim dan Soengkono Sidik. Dalam poster yang dibawa, mahasiswa aksi meneriakkan ‘Pemkab Sumenep Gagal’.
“Selama 5 tahun kepemimpinan Abu Sidik, ada sederet persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah kepemimpinan mereka. Di antaranya ketidakjelasan keuangan PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) sebagai salah satu BUMD Sumenep. Adanya indikasi mafia jabatan kepala dinas melalui lelang jabatan yang didasarkan pada suka atau tidak suka,” ungkap Khoirul Umam, Ketua PC PMII Sumenep.
Selain itu, mahasiswa menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep terlalu berpihak pada pasar modern dan cenderung mengabaikan pertumbuhan pasar tradisional.
“Pasar modern dibiarkan terus dibangun sebanyak-banyaknya di kota dan di desa. Sedangkan pasar tradisional justru dibiarkan tanpa pengembangan. Ini bukti bupati tak berpihak pada rakyat,” teriak Khoirul saat berorasi.
Dalam aksi ini, mahasiswa juga membentangkan poster-poster bertuliskan beberapa kecaman, yakni ‘Bubarkan PT WUS, Pemkab Sumenep Gagal’. Mahasiswa juga menyoroti pelayanan kesehatan yang tidak memuaskan, terutama untuk pasien-pasien dari keluarga miskin.
“Pengawasan pengobatan gratis sangat lemah. Masih sering terjadi pungli,” ungkapnya.
Dalam aksi ini, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan. Di antaranya, restrukturisasi pengelola PT WUS, membentuk tim khusus dan menindak tegas mafia jabatan. Tuntutan selanjutnya adalah pelayanan kesehatan wajib ramah dan Pemerintah Kabupaten Sumenep harus memberi sanksi tegas terhadap pelaku pungli.
“Kalau itu tidak dilakukan, maka bisa disimpulkan bahwa kepemimpinan Busyro-Soengkono selama 5 tahun ini gagal,” tandasnya.(Musyfiq/Poy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *