JAKARTA – Nuansa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) begitu hangat menyelimuti halaman Istana Negara, Senin (01/6). Lokasi ini diwarnai aksi damai KOPRI PB PMII yang menyambangi istana Negara sejak pukul 8 pagi. Terlihat di antara mereka puluhan potret garuda pancasila, sebagai bentuk cinta dan komitmen terhadap nilai-nilai pancasila.
“Dalam aksi damai ini, kami sengaja mengenakan kerudung merah dan baju putih. Kami juga mengenakan kain batik, yang kami jadikan simbol Nasionalisme dan bentuk cinta kita terhadap NKRI,” ujar Ayu, salah satu peserta aksi.
Dalam momentum kelahiran pancasila tersebut KOPRI PB PMII memberikan penegasan, bahwa Indonesia harus memegang teguh filosofi bangsa yang sejati yakni pancasila. Bagi mereka, menjalankan pancasila sama halnya dengan menjalankan syariat Islam.
Dalam rilis aksi, Ai Rahmayanti, Ketua KOPRI PB PMII dengan tegas mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali kepada khittah pancasila. Republik Indonesia harus tetap berpijak kepada nilai-nilai pancasila yakni ketuhanan, kemanusiaan dan Kebangsaan.
“Pun menuntut kepada pemerintah Jokowi-JK untuk menyelenggarakan Negara ini dengan berpijak kepada dasar Negara Pancasila,” ujarnya.
Dalam aksi ini, KOPRI PB PMII memberikan tiga pernyataan sikap. Pertama, sistem ekonomi Indonesia harus sesuai dengan amanah konstitusi yakni pasal 33 UUD 1945.
Pernyataan sikap kedua, bahwa Indonesia harus mampu keluar dari politik Kartel, yang ditandai dengan pragmatisme politik, yang berbasis pada jaminan logistik bagi kepentingan politik.
“Ini yang menyebabkan pengabaian atas daulat rakyat sebagai pemegang sah kedaulatan Negara,” tegas Ai.
Selanjutnya pernyataan sikap ketiga, menghidupkan kembali budaya gotong royong dari gerusan budaya individualistik, yang merusak kepribadian bangsa.(Poy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *